Kesalahan yang Sering Dibuat Marketer dalam Desain Website


Desain website bukan sekedar untuk mengakomodir tampilan situs yang manis. Memang, kesan pertama pada tampilan situs sangat penting. Usahakan desain situs web Anda memberikan pengalaman yang menyenangkan. Beberapa situs yang terlihat kaku, ketinggalan zaman, atau terlalu banyak iklan tentu membuat pengguna frustasi. Akhirnya, mereka memilih meninggalkan situs web dan mencari referensi yang lain.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan desain website yang sering dibuat oleh perusahaan :

Tidak Merancang Situs Web untuk Pemirsa Seluler
Desain untuk mobile tidak boleh diabaikan, sedikitpun. Karena kita tak bisa memungkiri fakta kalau jumlah pemirsa seluler kini telah melebihi pemirsa desktop.

Semakin banyak orang mengakses informasi dari tablet dan smartphone mereka dibandingkan dari desktop atau laptop. Sebuah situs harus mobile friendly dan perlu dirancang untuk mudah diakses di berbagai platform.

Situs web yang mudah diakses untuk pemirsa seluler mempunyai kecenderungan untuk lebih sukses. Baik itu dalam bersaing di mesin pencari atau bahkan mendatangkan kembali pengunjung sebelumnya.


Menciptakan Konten Sembarangan
Otoritas sebuah website sangat dipengaruhi oleh kualitas konten yang dihasilkan. Konten yang menarik, informatif, dan dikemas dengan cara yang berbeda akan menghasilkan daya tarik tersendiri.

Berbeda jika Anda hanya memposting konten pendek dengan kalimat berulang, tentu akan menghasilkan peringkat yang kurang baik di mesin pencari. Dan pembaca pun akan merasa konten Anda tidak menyenangkan.

Untuk pemasaran konten, cobalah memposting konten yang informatif dan disukai pembaca. Semakin baik konten Anda, maka desain situs web Anda akan berhasil secara keseluruhan.

Memakai Template Generik
Tidak sedikit webmaster yang mengunduh template Bootstrap CSS dari situs acak atau membeli tema WordPress. Apakah ini pilihan yang terbaik?

Jika situs Anda mengutamakan pembangunan branding atau ingin menjadi sangat komersil, hindari memakai template yang terlalu umum. Terlalu umum berarti kurang memberi gairah dan terkesan kurang profesional.

Tidak Terorganisir
Desain website yang baik akan mengakomodir navigasi yang baik. Artinya, Anda perlu membuat menu dan hierarki yang dirancang dengan cermat.

Tidak jarang beberapa situs website mengarah ke sistem navigasi yang rumit begitu situs itu tumbuh secara organik seiring waktu. Akibatnya, ada semakin banyak pengguna yang tidak menemukan informasi yang mereka butuhkan. 

Mengabaikan SEO
Optimasi pencarian selalu menjadi bagian penting yang perlu Anda perhatikan. Idealnya, SEO meliputi setiap area situs web Anda, dari homepage hingga landing page.

Maka dari itu, pastikan Anda melakukan serangkaian optimasi yang perlu dilakukan. Seperti riset kata kunci, penempatan kata kunci yang tepat, penciptaan konten yang baik, dan melakukan analisa berkala untuk memastikan peringkat Anda baik di hasil pencarian.

Tidak Ada Tautan ke Situs Lain
Tidak menghubungkan website Anda ke situs otoritas tinggi lainnya sama artinya dengan tidak membangun otoritas, dan menjaga konten Anda dari membangun otoritas.

Salah satu hal yang bisa dilihat oleh mesin pencari saat mengukur popularitas dan pentingnya sebuah situs adalah apakah situs tersebut terhubung atau tidak terhubung ke situs otoritas tinggi lainnya. Saat menulis konten untuk situs web Anda, menautkan ke situs- situs besar dan terpercaya akan bermanfaat untuk pengguna.

Menggunakan Frasa yang Dicurigai Spam
Ada beberapa frasa tertentu di website dan juga di email yang ditandai sebagai spam. Beberapa frasa tersebut antara lain “bertindak sekarang”, “turun berat badan”, atau “hanya untuk waktu yang terbatas.”

Jika situs web Anda memasukkan banyak frasa yang dicurigai sebagai spam, maka sangat mungkin situs web Anda mendapatkan peringkat buruk di mesin pencari. 

Melupakan Bagian Terpenting
Dalam sebuah website, pasti ada informasi penting yang ingin ditonjolkan kepada pembaca. Idealnya, informasi ini perlu ditaruh di atas agar mudah ditemukan oleh pembaca dan tidak perlu menggulir sampai bawah untuk melihatnya. Maka dari itu, webmaster perlu mengatur informasi agar bagian terpenting bisa terlihat di awal dan terbaca dengan cepat oleh pengguna.

Call-to-Action yang Buruk
Call-to-Action memberitahu pengguna tentang tindakan sederhana yang perlu mereka lakukan selanjutnya. Call-to-Action atau ajakan bertindak ini bisa apa saja, mulai dari mendaftar untuk mailing list, hingga membeli produk.

Contoh call to action yang menarik
Ajakan bertindak ini haruslah jelas dan meyakinkan agar bisa memandu penggunanya dan mengoptimalkan konversi. Jika pengguna tidak yakin dengan apa yang harus dilakukan, mereka akan pergi begitu saja.

Tidak Mempertimbangkan Branding
Ada beberapa perusahaan yang menganggap branding itu penting, ada juga yang menyepelekannya. Desain situs web yang baik tentu akan menggemakan kampanye konten dan budaya perusahaan.

Jika Anda ingin mengkomersilkan bisnis Anda dan tidak menyuarakan brand Anda, maka secara perlahan tapi pasti, brand Anda akan melemah.

“Terlalu Banyak” di Situs
Ada banyak orang sibuk yang mengakses situs web Anda. mereka tidak punya banyak waktu untuk menjelajah situs web. Sehingga situs yang rumit dan terlalu berat, kemungkinan besar akan segera ditinggalkan pengguna.

Desain website yang baik harus ringkas, informatif, dan cepat. Tiga hal ini lah yang perlu Anda tonjolkan dari situs web Anda.

Lupa Mengikuti Peraturan
Ada beberapa peraturan yang mengikat pemilik website di sebuah wilayah tertentu. Misalnya saja ada notifikasi untuk memberitahu orang- orang tentang penggunaan cookie dan peraturan undang- undang privasi. Jika situs web Anda tidak mematuhi peraturan yang mengikat wilayah Anda, perusahaan atau bisnis Anda berpotensi menjadi sasaran denda dan penalti.

Tidak Berintegrasi dengan Media Sosial
Desain situs website adalah salah satu bagian dari pemasaran online. Jika ingin memastikan kampanye pemasaran Anda berhasil, penting untuk mengintegrasikan situs web Anda dengan akun media sosial.

Anda bisa menghubungkan akun medsos Anda di website, mengaktifkan berbagi ke media sosial, dan membuat tautan langsung. Dengan mengkombinasikan keduanya, Anda bisa meningkatkan audiens Anda dari kedua sumber tersebut.

KESIMPULAN
Ada banyak hal memang yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain sebuah website. Bukan sekedar tampilan yang manis dan rapi, namun ada banyak hal lain yang juga perlu diterapkan. Banyak yang berpikir sebagian faktor diatas adalah pendukung saja dalam hal desain website. Padahal jika dikesampingkan, pengalaman pengguna sebenarnya yang dikorbankan. Dan jika bicara pengalaman pengguna yang tidak maksimal, sama artinya dengan desain website yang buruk. Tentu saja ini adalah hal- hal yang ingin kita hindari dalam mendesain sebuah website.

Sekian saja pembahasan tentang Kesalahan yang Sering dibuat Marketer dalam Desain Website, semoga bermanfaat.